Nasional

KADER HMI HARUS JAGA DR FANSURULLAH ASA (KETUA BP. MIGAS) DARI KPK

Administrator | Rabu, 09 Januari 2019 - 10:20:52 WIB | dibaca: 79 pembaca

125 peserta KFJS dirumah dinas BP MIGAS DR Fansurullah Asa, Taman Setia budi, Jakarta, 6 Jan 2019 (sumber foto : Mahdi/LS)

JAKARTA, Lintas-SUMUT.com - Rumah dinas saya disini jalan Taman Setia budi, Jakarta,  bisa digunakan untuk kepentingan sosial, apalagi untuk kader HMI. 

Beberapa tokoh pendahulu saya di BP MIGAS telah ke pesantren KPK,  Mohon kepada Kader HMI jaga saya terhindar dari KPK. 

Demikian Sambutan DR Fansurullah Asa Pimpinan Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP MIGAS) ketika menerima 125 peserta nomaden KFJS (KAHMI For Ever Jalan Sehat) yang dikordinir Sudjana Sulaiman (Tokoh indeoenden KAHMI pencair kebuntuan komunikasi politik warga KAHMI (Korps Alumni HMI), berdampak otomatis reinkarnasi HMI. 

Hadir antara lain Surya Dharma (Mantan Dirut Pertamina), Zulkifli Halim (Mantan DPR PAN), Subandriyo (Mantan Sekjen KAHMI Nas), Abdul Malik (KAHMI Jaya), Manimbang (Sekjen KAHMI Nas), Lies Efendi, Reslah (Forhati), Harun Songge, Zulkifli PBB. 

Bertahap tamu datang ngosngosan dari beberapa jalan, usai minum, Ivan alias Fansurullah mengajak jalan lagi via jalan Sudirman PP sambil selvi selfian.  

Sambil tamu nikmati kuliner,  Ifan menginfokan, Jusuf Kalla sudah berikan alternatif dari non APBN, agar kader HMI tak melulu urus pulitik PT Demo maka terbentuknya HIPKA (Himpunan Pengusaha KAHMI) semoga tidak hidup segan, mati ogah. 

Warga KAHMI bisa turut investasi di 7500 SPBU seluruh Indonesia mini dengan modal 100 juta untuk konsesi 30 tahun bersyarat izin, punya area minimal 18 X 24 meter,  prioritas luar Jawa / di 3 zona T (Terluar, Terdepan, Terpencil) sesuai pasal 18 Ayat 2 demi tersedia SPBU dan BBM 1 harga seluruh Indonesia.  

Kita prihatin harga minyak pribumi Pertamina lebih mahal dari Exon dan Shell dan Pertamina hanya punya 150 SPBU sisanya punya Asing yang kembali modal dalam 10 tahun. 

Persyaratan Menteri ESDM bila sudah miliki area tak perlu izin kecuali dari Pemda, akan di suplai 2 ton / 2500 Liter dengan standar AS seperti di Purwokerto. 

Ifan yang asli PAN Palembang berharap agar semua anak Forhati (Forum Alumni Kohati) masuk HMI, anak sayapun kuliah di Jerman, masuk HMI,  apalagi kini peraturan baru HMI boleh kembali masuk Kampus, menghapus aturan lama UU NKK (Nornalisasi Kehidupan Kampuz) didukung Beasiswa KAHMI (Korps alumni Himpunan Mahasiswa Islam).

(Mahdi/LS)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)